Kamis, 03 Oktober 2013

Tingkatan dalam Thifan

Tingkatan-tingkatan dalam Thifan Po Khan adalah sebagai berikut :

1. Fuen (putih) artinya bersiap ditulisi.
2. Loin houkun (hijau muda) artinya mulai hijau.
3. Kotlu (ungu) artinya hijau itu mulai masak.
4. Tureiyt (biru) artinya kedewasaan.
5. Konlut (coklat tua), artinya sendapan pendekar.
6. Fuenloin (putih dan hijau) artinya rangkap berfikir.
7. Tawgi kotlu (ungu dan kuning) artinya menjelang pendekar.
8. Fun tureiyt (merah dan biru) artinya santaran darah.
9. Loin houkun (hijau dan coklat tua) artinya tahan diri.
10. Konlut fuen konlut (coklat tua berjalur putih), artinya tahu akan harga diri.
11. Fun fuen fun (merah berjalur putih) artinya Pertahankanlah hak.
12. Tughi onlu tughi (ungu berjalur kuning) artinya pembela hak.

Senin, 07 November 2011

Sejarah Thifan Po Khan

Thifan adalah nama suatu daerah di Negeri Turkistan Timur, daerah jajahan China yang kemudian diganti namanya menjadi Sin Kiang, yang artinya Negeri Baru (Lihat Turkistan: Negeri Islam Yang Hilang, DR. Najib Kailany). Namun kalau kita simak dalam peta dunia, yang akan kita temukan adalah nama Turfan, daerah otonomi yang termasuk dalam wilayah China Utara.

Turkistan Barat dijajah oleh Rusia yang memasukkannya ke dalam wilayah Uni Sovyet. Sebelum Islam datang ke daerah ini, beberapa suku asli seperti Tayli, Kimak, Doghan, Oirat, Kitan, Mongol, Naiman, dan Kati telah memiliki sejenis ilmu beladiri purba berbentuk gumulan, sepak tinju dan permainan senjata yang dinamakan "kagrul", yang dipadukan dengan pengaturan napas Kampa.

Dakwah Islam mulai disebarkan di Turkistan kira-kira pada dua abad setelah hijriah, sebagaimana tertulis dalam Kitab Zhodam :

"Maka tatkala sampailah dua abad lepas hijrah orang-orang sempadan tanah China arah utara itu masuk Islam. Lalu ilmu pembelaan diri masa mereka memeluk Budha itu dibawanya pula dalam alam Islam, tetapi ditinggalkannya segala upacara yang bersangkut paut dengan kebudhaannya seumpama segala penyembahan, cara bersalam dengan mengatupkan kedua belah tangan, lambang-lambang, dan segala istilah."(ZHODAM, Syiharani, halaman 9).

Menurut M. Rafiq Khan dalam bukunya "Islam di Tiongkok", mengatakan sebagai berikut :
"Orang Muslim pertama yang datang di Tiongkok ialah dalam zaman pemerintahan Tai Tsung, kaisar kedua dari dinasti Tang (627-650 Masehi). Jumlah mereka ada empat orang, seorang berkedudukan di Kanton, yang kedua di kota Yang Chow, yang ketiga dan yang keempat berdiam di kota Chuang Chow. Orang yang mula-mula mengajarkan Islam ialah Saad bin Abi Waqqas, yang meletakkan batu-batu pertama mesjid Kanton yang terkenal sekarang sebagai Wai-Shin-Zi, yaitu Mesjid untuk kenang-kenangan kepada Nabi"

Dituliskannya pula bahwa selama Pemerintahan Tai Chong (Kaisar ke-2 dari Dinasti Tsung tahun 960-1279 Masehi) Tiongkok diserbu oleh penguasa Muslim dari Kashgharia, yaitu Baghra Khan beserta pasukannya, lalu menduduki Sin Kiang (Simak : Islam di Tiongkok; M. Rafiq Khan dan Sejarah Da'wah Islam; Thomas W. Arnold).

Hal ini disepakati oleh seorang China ahli sejarah terkenal yang bernama Prof. Chin Yuan menyatakan bahwa orang-orang Islam mengirimkan utusan-utusan mereka ke Tiongkok dalam tahun 651, utusan-utusan itu bertemu dengan Kaisar Tiongkok di Changan (Sianfu), ibukota Tiongkok pada waktu itu. Pada tahun 713 M. perbatasan barat Tiongkok dikuasai oleh seorang jenderal Arab yang terkenal bernama Qutaiba bin Muslim, pada waktu itu ia telah menaklukkan daerah yang luas di Asia Tengah dan namanya sangat ditakuti.

Dari uraian di atas dapat dilihat bagaimana hubungan atau interaksi antara dakwah Islam dengan tumbuhnya berbagai macam beladiri di kawasan China, sehingga terjadi pula Islamisasi beladiri. Sesuai dengan bahasa Urwun yang merupakan bahasa asalnya, Thifan Po khan berarti "Kepalan Tangan Bangsawan Thifan". Beladiri ini mempunyai riwayat tersendiri yang khas sebagaimana diceritakan dalam kitab yang bernama Zhodam.

Pada awalnya ada sejenis cara pembelaan diri purba berbentuk gumulan, sepak tinju dan permainan senjata yang disebut Kagrul, bercampur Kumfu China Purba. Tersebutlah seorang pendeta Budha bernama Ponitorm/Tamo Sozhu/Tatmo/Darma Taishi yang berasal dari Hindustan, ia mengembara ke China untuk menyebarkan ajarannya.

Dalam pengembaraannya sampailah ia ke kawasan Liang yang diperintah oleh Raja Wu, karena terkena fitnah ia melarikan diri dan sampai di Bukit Kao, di sana ia merenung selama 9 tahun. Menyadari murid-muridnya sering mendapat gangguan, baik dari binatang buas, manusia, atau penyakit yang mengakibatkan kurang lancarnya misi penyebaran agama Budha, maka ia pun menyusun suatu rangkaian gerak pembelaan diri seperti tersebut di atas.

Campuran Kumfu China Purba dengan Kampahana Tinju Hindustan yang diatur dengan jalan pernapasan Yoga Dahtayana membentuk Shourim Kumfu/Shaolin Kungfu di wihara-wihara. Pengkajian beladiri ini disusun dalam Kitab I Zen Zang serta ilmu batinnya dalam Kitab Hzen Souzen. Sampai di sini ada kesamaan sejarah dengan beladiri lain seperti Shorinji Kempo, Karate, dan lain-lain, yang masih satu sumber.

Aliran Shourim terus berkembang ke arah utara China dan memasuki daerah orang Lama (Tibet) dan orang Wigu (Turkistan). Di sana aliran Shourim ini pun pecah menjadi berpuluh-puluh cabang. Setiap cabang pun berkembang dan terpengaruh alam tempat pertumbuhan aliran tersebut. Pecahnya Shourim menjadi berbagai macam aliran ini disebabkan Dinasti yang berkuasa tidak menyukai orang Shourim.

Tersebutlah seorang bangsawan bernama Je'nan dari Suku Tayli yang pandai ilmu Syara dan terkenal sebagai ahund (ustadz atau guru) muda. Je'nan menghimpun ilmu-ilmu beladiri itu dan ia pun berguru pada pendekar Namsuit serta orang-orang Wigu. Bersama para pendekar Muslim lain yang memiliki keahlian ilmu Gulat Mogul, Tatar, Saldsyuk, Silat Kitan, Tayli, mereka pun membentuk sebuah aliran bernama Shurul Khan (siasat para raja/bangsawan).
Dari Shurul Khan inilah terbentuk sembilan aliran, aliran-aliran ini kemudian digubah, ditambah, ditempa, dialurkan, lalu dipilah, diteliti dan dikaji sebagai cikal bakal munculnya Thifan Po Khan. Pada masa itu pengaruh ajaran Islam sudah masuk ke dalam beladiri ini.

Perkembangan Thifan Po Khan di Indonesia

Diperkirakan Thifan masuk ke Indonesia pada tahun 1678 pada masa Sultan Malik Muzafar Syah dari Kerajaan Lamuri, pada saat itu Sultan Malik Muzafar Syah mendatangkan pelatih-pelatih dari Turki Timur yang kemudian disebarkan ke kalangan para bangsawan di Sumatera (dapat dilihat dalam Kisah Raja-raja Lamuri/ Raja Pasai).

Pada abad ke-18 Tuanku Rao dan kawan-kawan mengembangkan ilmu ini ke daerah-daerah Padang, Tapanuli Selatan dan Minang, hingga tersebar ke Bonjol, Sumatera bagian Timur dan Riau yang berpusat di Air Jernih, Batang Uyun (Merbau). Dari Merbau ini diperkirakan menyebar ke Malaysia dan Thailand. Dari Merbau dan Bonjol menyusuri pantai utara Sumatera sampai ke kota Muko-Muko dan akhirnya masuk ke pulau Jawa, terus menyebar dan tidak diketahui ke mana saja penyebarannya.

Sekitar tahun 1900-an Tuanku Haji (Hang) Uding membawa ilmu Thifan ini ke pulau Jawa dan menyebarkannya di daerah Betawi dan sekitarnya.Masuknya ilmu Thifan ke pulau Jawa ada yang langsung yaitu yang disebarkan oleh orang-orang Tartar ke pulau Jawa sambil berdagang kain, ada pula yang tidak lansung yaitu melalui pesisir pulau Sumatera seperti tersebut di atas.
Pada masa SDI dan SI ada beberapa pemuda Islam yang mengkaji beladiri Thifan Po Khan, kemudian pada masa Masyumi beladiri Thifan Po Khan mulai berkembang dan dikaji oleh beberapa kelompok pemuda Islam tetapi tidak berlanjut.

Pada tahun 1960an gerakan-gerakan keislaman mulai surut, beladiri-beladiri yang berasaskan Islam pun ikut surut, sehingga penyebarannya pun terjadi dengan sembunyi-sembunyi, begitu juga dengan Thifan Po Khan yang berasaskan Islam, penyebarannya kembali surut, pada masa itu hanya beberapa orang saja yang mengkaji Thifan Po Khan dan itupun dilakukan dengan sembunyi-sembunyi.

Pada masa Orba untuk pertama kalinya gerakan Keislaman mulai timbul kembali dalam batas-batas tertentu, dan akhirnya tersendat kembali. Pada waktu itu penyebaran beladiri Thifan Po Khan kembali surut dan hanya dikaji oleh beberapa orang saja secara pribadi dan tidak dibuka secara umum.

Pada tahun 1972 Thifan Po Khan mulai diajarkan kembali secara pribadi-pribadi di kalangan pemuda PERSIS, walaupun banyak tantangan dari kalangan pemuda PERSIS sendiri, akhirnya pada tahun 1976 dibentuk Yayasan Thifan Po Khan, tapi yayasan itu tidak berkembang karena beberapa kendala, beladiri Thifan Po Khan pun hampir hilang dari permukaan.

Pada tahun 1980an beladiri Thifan Po Khan mulai tersebar ke berbagai wilayah di pulau Jawa, tetapi penyebarannya terbatas pada Pesantren-pesantren PERSIS dan pemuda-pemuda masjid.

Pada tahun 1987an berdiri lembaga olah raga beladiri Thifan Po Khan, kemudian berganti-ganti badan hukum, timbul beberapa kendala di dalamnya dan akhirnya terbentuklah Persaudaraan Thifan Po Khan Indonesia pada awal tahun 2005.

Sebenarnya cukup banyak orang yang berjasa dalam menyebarkan ilmu Thifan Po Khan di pulau Jawa, tetapi nama-nama mereka tidak dikenal dan penyebarannyapun tidak diketahui ke mana saja.

Senin, 01 November 2010

Senam Pemanasan dan Pendinginan

Tidak dikeraskan tenaganya.

1. Kepala diputar, mata tidak merem. 8 hitungan. Kebalikannya.
2. Kepala keatas sekali, lalu kebawah sekali.
3. Kepala tengok kanan sekali, lalu kekiri sekali.
4. Kepala patah kanan sekali, lalu kekiri sekali.

5. Pundak diputar; kebalikannya.
6. Pundak dimajukan kedepan
7. Pundak dimundurkan ke belakang.
8. Pundak diangkat keatas.

9. Tangan diputar. Konsentrasi : titik putaran di sikut. Tangan kanan searah jarum jam, tangan kiri kebalikannya.
10. Tangan seperti berhias. Tangan kanan digerakkan dari kiri kekanan. Tangan kiri dari kanan ke kiri.
12. Tangan digerakkan dari bawah ke atas. Konsentarasi titik engsel gerakan tetap di sikut.

13. Putar pergelangan tangan. Konsentrasi : titik putar di pergelangan tangan. Pergelangan tangan kanan diputar searah jarum jam, tangan kiri kebalikannya.
14. Pergelangan tangan digerakkan ke samping. Tangan kanan digerakkan dari kiri ke kanan. Tangan kiri kebalikannya.
15. Pergelangan tangan digerakkan keatas.
16. Pergelangan tangan digerakkan ke bawah.

17. Tangan kanan digerakkan ke atas, seolah-olah mengambil barang diatas, sementara tangan kiri tetap dibawah. Terus gantian tangan kiri yang keatas, tangan kanan diam.
18. Pinggang diputar, kebalikannya.
19. Pinggang digerakkan ke depan 1 gerakan, kemudian ke belakang 1 gerakan.
20. Pinggang digerakkan ke samping kanan 1 gerakan, kemudian ke kiri 1 gerakan.

21. Paha kaki kanan diangkat, putar keluar. Gantian dengan paha kaki kiri.
22. Paha kaki kanan diangkat, putar kedalam. Gantian dengan paha kaki kiri.
23. Paha kaki kanan diangkat sampai rata-rata air (kayak jalan di tempat). Gantian dengan kaki kiri selang-seling.
24. Paha dan kaki diayun keatas. Paha kaki lurus, tidak ditekuk. Diusahakan setinggi mungkin. Gantian dengan kaki kiri.
25. Kaki kanan diangkat ke samping atas. Kemudian gantian, kaki kiri diangkat ke samping kiri atas.
26. Kaki kanan diangkat ke belakang atas. Gantian, kaki kiri diangkat ke belakang atas.
27. Paha kaki kanan diangkat, kaki ditekuk dipengang oleh kedua tangan. Kaki diputar, poros putar ada di lutut. Gerakan yang sama untuk kaki kiri.
28. Paha kaki kanan diangkat seperti no. 27, kaki digerakkan ke depan 1 kali, ke belakang 1 kali. Setelah 8 hitungan, kaki digerakkan ke kanan 1 kali dan kekiri 1 kali.
Kemudian gantian kaki kiri dengan gerakan yang sama.

29. Paha kaki kanan diangkat seperti no. 27, pergelangan kaki diputar. Kemudian gantian, kaki kiri dengan gerakan yang sama.
30. Paha kaki kanan diangkat seperti no. 27, pergelangan kaki digerakkan ke kanan 1 kali dan ke kiri 1 kali. Kemudian gantian, kaki kiri dengan gerakan yang sama.
31. Tangan dipinggang, berjinjit.
32. Tangan dipinggang, jari kaki kanan ditekuk ke depan. Gantian, kaki kiri.
33. Tangan dipinggang, samping telapak kaki kanan-kiri bagian dalam diangkat.

34. Lari 10 menit

35. Kedua kaki meloncat (kedua kaki melayang). Tangan diputar-putar seperti megang skipping, makin lama tangan makin ke atas.


36. Pukulan lurus ke depan, kanan kiri, 20 hitungan.
37. Pukulan kurung, kanan kiri.
38. Pukulan uppercat dari bawah ke atas, kanan kiri.
39. Pukulan uppercat kanan ke samping, kuda-kuda melebar dicondongkan ke kanan (berat badan ke kanan, kaki kanan ditekuk lututnya). Tangan kiri diatas kepala.
Gantian, uppercut kiri samping.
40. Pukulan uppercat kebelakang, kanan kiri.

41. Tendangan lurus ke depan (kaki lurus), kanan kiri.
42. Tendangan ke samping, telapak kaki seperti pisau, kanan kiri.
43. Tendangan kebelakang menggunakan tumit, kanan kiri.

Pendinginan

1. Kaki kanan ke depan, lutut ditekuk. Kaki kiri dipanjangkan ke belakang yang lurus. Tangan memegang paha kanan. 8 hitungan, napas ditahan.
2. Bersila, dengan kedua telapak kaki bersentuhan. Paha samping dirapatkan ke tanah.
3. Sikap seperti kodok, kedua kaki ditekuk, paha samping bagian dalam dirapatkan ke tanah.
4. Ngangkang, paha-lutut ditahan tangan.
5. Split, jangan dipaksa. Kalau tidak bisa sampai bawah, pantat di atas saja.

6. Sikut ditekuk di belakang kepala. Kanan kiri.
7. Tangan kanan dari atas ke belakang, tangan kiri dari bawah keatas. Kedua telapak tangan sampai bersentuhan. Kebalikannya.
8. Seperti memeluk, tangan kanan diatas, tangan kiri dibawah . Kebalikannya.

9. Telapak kanan dibuka oleh tangan kiri, bagian dalam menghadap ke depan. Gantian, tangan kiri.
10. Telapak kanan dibuka oleh tangan kiri, bagian luar menghadap ke depan, Gantian, tangan kiri.

11. Kedua tangan lurus ke depan, ditarik ke pinggang, sambil menghirup napas. Napas ditahan di dada. Dada agak dibusungkan. Tahan. Kemudian tangan diturunkan di depan, sambil mengeluarkan napas pelan-pelan melalui mulut. Kaki dirapatkan. Posisi tangan disamping.

Senin, 22 September 2008

Pos Mudik 2008

Alhamdulillah Kepanduan PKS Kota Bekasi membuka Pos Mudik. Semoga bisa membawa berkah bagi para pemudik yang kebetulan membutuhkan informasi dan bantuan. Lokasinya di dekat Kalimalang. Pos Mudik ini juga berfungsi sebagai sarana silaturahmi dan tentunya informasi bagi yang ingin mengenal PKS lebih baik lagi.

Selasa, 12 Agustus 2008

Agenda Thifan 2008

1. Ujian Kenaikan Tingkat
Penyelenggara : Zho Lanah (Pusat)
Waktu : 24 Agustus 2008
Tempat : dekat rumah Ust. Habib, Sumedang

2. Ujian Kenaikan Tingkat
Waktu : 28 Desember 2008
Tempat : Bandung

Minggu, 27 Juli 2008

Mukhoyam Tarbawi Terpadu 2008

DPD PKS Kota Bekasi kembali mengadakan Mukhoyam Tarbawi Terpadu pada dimulai hari Jum’at malam, tanggal 27 Juli dan diakhiri hari Ahad siang, tanggal 27 Juli 2008. Acara ini berfungsi sebagai stimulus agar para kader mempersiapkan fisiknya dalam menghadapi Pemilu 2009.
Beberapa acara yang dilaksanakan, yaitu, Taujih Ust. Ahzami Jazuli, Senam Nusantara, Baris-berbaris, Halang Rintang, Games, Perkenalan Caleg DPR dan DPRD Propinsi, P3M, Permainan Merebut Bendera, Peragaan Beladiri Aikido, Simulasi Pengamanan Kampanye Panggung, Lomba Tarik Tambang. Sedangkan sejumlah acara yaitu, Haflah, Pertandingan Futsal, dan Lomba Baris Berbaris tidak jadi dilaksanakan karena pertimbangan waktu.
Acara Halang Rintang yang dikira gampang ternyata termasuk yang berat. Banyak kader yang cedera ketika memengikuti acara ini. Ada 2 kader yang cedera cukup parah, bahkan yang satu sempat dibawa ambulance. Tapi ini membuktikan kegiatan mukhoyam sangat berkualitas. Kalo semuanya sehat-sehat aja, itu namanya mainan anak kecil, ya, nggak.
Kemudian acara Perkenalan Caleg DPR dan DPRD Propinsi dihadiri para Caleg antara lain sesuai dengan nomor urut, Ustz. Mahfudz Abdurrahman (Bendum DPP, Bekasi), Ust. Musholi (Depok), Ustzh. Sitaresmi Soekanto (Depok). Kemudian Caleg DPRD Propinsi Jabar, Ust. Nur Seprianto dan Ust. Sutriyono. Yang menarik dari acara ini, pada forum tanya jawab ternyata banyak kader yang cukup kritis mengingatkan kepada para Caleg untuk amanah ketika menjabat, tidak bergaya hidup mewah, dan tidak menerima dana yang bukan haknya. Para Caleg kita sempat kaget juga. Namun Insya Allah itu merupakan suatu kekuatan tersendiri untuk menjaga dakwah di parlemen sesuai dengan relnya.
Acara Games yang dilaksanakan merupakan jenis team working antara lain, berdiri diatas bambu, mengoper sarung ke peserta lain tanpa melepaskan pegangan tangan, merangkak dibawah kaki. Kapan lagi bisa nyuruh Anggota Dewan merangkak dibawah kaki, he he he.
Peragaan Beladiri Aikido, sebagai instruktur Rizal, Korca Jatiasih, dan peraga Wahyu, kader Jatiasih yang saat ini sudah sampai level Dan Hitam. Simulasi Pengamanan Kampanye Panggung cukup menarik, DPC Pondok Gede berperan sebagai Tokoh dan pengamanan dalam tokoh. Bekasi Timur dan Bekasi Barat berperan sebagai pengaman luar. Kemudian ada yang bertugas sebagai pengaman panggung. Sedangkan Bekasi Selatan dan Bantar Gebang berperan sebagai massa perusuh dan provokator. Bekasi Selatan dengan massanya yang banyak bergerak bergerombol berusaha menggagalkan kampanye. Sedangkan Bantar Gebang dengan jumlah sedikit sudah berada di dalam dan siap menggagalkan jalannya kampanye. Terjadilah baku hantam di antara pengaman dan perusuh tanpa pukulan dan tendangan. Awalnya perusuh dapat menembus pengamanan, bahkan sampai ke dalam panggung, tokohnya hampir diculik. Pada session kedua pengamanan belajar dari pengalaman, sudah mulai ketat. Perusuh tidak dapat menembus. Tapi curang, Kepanduan Reguler bantuin pengamanan, para perusuh dikeroyok dan diseret oleh Kepanduan.
Kemudian DPC Jatiasih sangat fantastis berhasil menyabet 2 gelar. Juara I Lomba Tarik Tambang, dan salah satu DPC yang berhasil merebut Bendera pada permainan yang dilakukan jam 2 malam. Aturan main Permainan ini, setiap DPC mendapat tugas merebut Bendera yang petunjuknya berada di dalam surat, dan panitia yang bertugas menjaga di sekitar lokasi bendera.
Dan akhirnya acara ditutup oleh Ust Sutriyono selaku pembina acara. Dan dibacakan Ikrar Pemenangan Pemilu 2009 yang dipandu oleh Ust. Sutriyono.

Selasa, 15 Juli 2008

Juklak Mukhoyam Tarbawi Terpadu 2008

1. Pengunduran Waktu Pelaksanaan MUTU
Semula ianggal 18 a/d 20 Juli diundur menjadi tanggal 25 sd 27 Juli 2008

2. Infaq MUTU sebesar Rp. 20.000, - (Dua Puluh Ribia Rupbb). diserahkan kepada KORCA rnasmg- masing
a. Makan dan Minum ditanggung Panitia.
b. Biaya masuk Cibubur ditanggung Panitia

3. Pembagian Cluster
I. Cluster I (Bekasi Barat, Medan Satria. Bekasai Utara. 8ekasi Selatan)
2. Cluster II (Pondok Gede. Pondok Melati, Jati Sampuna. JAti Asib) -
3. Cluster ill (Bekasi Timur, Rawalumbu. BantarGebang. Mustika Jaya)

4. Perlengkapan yang dibawa:
1. Pakalan obh raga untuk 2 hari
2. Makan dan Minum
3. Obat-obatan pribadi
4. perlengkapan mandi
5. Tenda atau Ponco
6. Matras
7, Bendera Merab Putih dan PKS

5. Teknls pemberangkatan
1, Peserta sudah dilokasi jam 16.00 di Bumi Perkemahan Cibubur (KEMPA GARUDA)
2. Peserta berangkat konvol dan DPC masing.rnasing menggunakao kendaraan bennotor/mobil, yang dilengkapi bendera Merah Putih dan PKS( tidak lewat jalan tol)
3. Pemberangkaian dikoordinir okh ketua DPC masing-inasing. tidak boleh terpisah!!

6. Teknik Pemulangan
I. Peserta pulang konvoi menuju Lokasi Clucter yang telah diteniukan, tidak boleh terpisah!
2. Lokasi Cluster sbb:
a. Cluster I, GOR Kota Bekasi.
b Cluster II, KOMSEN
c. Cluster III. Lapangan Bola PERSIKASI Kota Bekasi.
3. Setiba di Lokasi Cluster, peserta istirahat 30 menit
4. Selesal islirahat di lokasi Cluster, pulang menuju kantor DPC masing-masing, peserta istirahat ±30 menit, tidak boleh terpisah!!
5. Selesai istirahat di lokasi kantor DPC masing-rnasing pulang menuju kantor DPR masingmasing peserta isltirahat 15 menit, tidak boleh terpisah!!

Kamis, 10 Juli 2008

Mars KORSAD

Menapaki langkah-langkah berduri
Menyusuri rawa-rawa dan hutan
Menjalani antara tebing jurang
Semua dilalui demi perjuangan

Letih tubuh didalam perjalanan
Saat hujan dan badai merasuk di badan
Namun jiwa harus terus bertahan
Karna perjalanan masih panjang

Kami adalah tentara Allah
Siap melangkah menuju ke medan juang
Walau tertatih kaki ini berjalan
Jiwa perindu syahid tak akan tergoyahkan

Wahai tentara Allah ta’ala
Jangan menangis walau jasadmu terluka
Sebelum engkau bergelar syuhada
Tetaplah bertahan dan bersiap-siagalah (2x)

Gunung tinggi menjulang
Samudera luas membentang
Adalah lahan peneguhan
Hutan rimba, padang gersang
Jadi ajang pembuktian
Hujan badai, terik panas kerontang
Pasti ’kan menghiasi perjalanan
Saat langkah telah diayunkan
Pantang surut ke belakang
Hingga sampai ke tujuan
Bertahanlah... dan bersiap-siagalah...

Selasa, 01 Januari 2008

Jurus 1-12 Thifan

Jurus ke-5
1. Tangkisan atas bawah kanan kiri.
2. Tangkisan putar kanan, pukul kiri; kebalikannya.
3. Tendangan ganda.
4. Putar 180 derajat.
5. Tangkisan bawah, kurung kanan; kebalikannya.
6. Kaki kanan ditekuk, lutut kena lantai, pukul kiri.

Pasangan Jurus ke-5
1. Tendang + pukul kiri kanan.
2. Tendang belakang ke arah depan kanan kiri.
3. Loncat serong kanan ke depan.
4. Tendang lurus kanan, merunduk, loncat putar kanan;
kebalikannya.
5. Banting kiri.

Jurus 6 :
a. Tendangan sapu kanan, langsung tendangan putar belakang punggung kiri
b. Kebalikannya, tendangan sapu kiri, langsung tendangan putar belakang punggung kanan, langsung putar pukulan uppercut tangan kanan samping ke arah depan, dilanjutkan pukulan tangan kiri.
c. Tangkis luar bawah kiri, langsung pukulan lurus kanan.
d. Kebalikannya, tangkis luar bawah kanan, langsung pukulan lurus kiri.
e. Badan menghadap ke kanan, pukulan lurus ke samping kanan kiri.
f. Putar 180 derajat, pukulan uppercut samping ke arah kanan kiri.

Pasangan Jurus 6 :
a. Tusuk pisau kiri lurus, rahap ke kiri. Kebalikannya.
b. Langkah ke kiri tangkis tangan kanan bawah. Kebalikannya.
c. Tendangan lurus kanan, tangkis tangan kiri atas ke dalam, putar, pukulan banting kanan. Kebalikannya.
d. Tangkis tangan kiri bawah. Kebalikannya.

Jurus 7 :
a. Loncat ke samping kiri, kaki kanan diangkat. Kedua tangan tetap ngepal disamping.
b. Loncat mutar 180 derajat ke kiri lagi. Kaki kiri diangkat. Tendang pisau kiri ke samping bawah.
c. Tendang ekor hiu kanan langsung tendang pisau kanan bawah. Tendang ekor hiu kiri.
d. Kurung kanan ke samping kiri, mutar 360 derajat, banting kiri.
e. Kurung kiri mutar ke samping kiri, mutar 180 derajat, banting kanan.
f. Tangkis tangan kanan dalam, tangkis keluar, maju kaki kiri pukul kiri.
g. kebalikan f.
h. Mundur kaki kanan, tangkis kiri luar bawah, mutar ke depan, banting kanan.
i. Tangkis kanan luar bawah, mutar ke depan, banting kiri.
j. Tendangan langit ke kanan.

Jurus 8 :
a. Tangan pagar, kaki kanan depan, kiri panjang ke belakang.
b. Kaki kiri tangkis luar, pukul tangan kanan ke arah serong kiri, tendang lurus kaki kanan.
c. Kebalikannya, kiri.
d. Kaki kiri diangkat, mutar ke belakang. Kaki kanan di depan. Tangkis kanan atas. Tangan kiri pukul lurus ke depan.
e. Kebalikannya. Kaki kanan diangkat mutar ke belakang. Kaki kiri di depan. dst.
f. Tendangan mutar kait kaki kanan ke depan.
g. Kaki kanan maju sebagai tumpuan, tendangan kaki kiri mutar kait ke depan.

Pernapasan Dacht :
a. Tangan lurus ke depan, tarik sambil ambil napas dengan perut, pindahkan ke dada.
b. Tangan kanan terbuka dorong ke samping ke kanan sambil ambil napas lagi dengan dada, pandangan menoleh ke kanan.
c. Badan dihadapkan ke kanan, tendang hiu ke depan sampai kena tangan sambil mengeluarkan napas melalui hidung, tangan kiri terbuka dorong ke depan sambil mengeluarkan napas lagi melalui hidung.
d. Kedua tangan dikepal, ditarik sambil ambil napas dengan perut, pindahkan ke dada. Badan diarahkan lagi ke posisi awal, tahan, keluarkan melalui mulut perlahan-lahan.
e. Kebalikannya, yang kiri.

Kamis, 16 Maret 2000

Perlengkapan Mukhoyam


PERLENGKAPAN PRIBADI (wajib)
1.Carrier / Ransel
2.Foto Copy KTP
3.Makanan & minuman untuk 3 hari
4.Pakaian Lapangan & ganti
5.Sleeping Bag
6.Senter + batrey cadangan
7.Ponco standar (untuk bivak)
8.Sepatu beralas kasar
9.Jaket Tebal
10.Kaos kaki
11.Topi Rimba & kupluk
12.Obat Pribadi
13.Alat Mandi
14.Tali Pramuka
15.Alat makan
16.Al-Qur?an
17.Alat tulis
18.Kantong plastik kecil
19. Matras
20. Sandal Jepit
21. Sarung Tangan
22. Masker


PERLENGKAPAN KELOMPOK (wajib)
1.Tenda regu (disesuaikan dgn jml anggota)
2.Alat Masak
3.Obat  gosok & betadin
4.Kantong Plastik Sampah
5.Ember + gayung